Membangun Startup untuk Desa Cileuya

Judul artikelnya wow banget ya – clickbait 😆 . Startup yang saya maksud di sini bukanlah sebuah perusahaan rintisan dengan teknologi yang wow, tetapi lebih ke BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).

Ide pembangunan BUMDes ini saya dapat ketika kemarin sedang menyusun program kerja untuk kelompok KKN saya yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2017 di desa Sukamenak, kecamatan Bantarujed, Majalengka, Jawa Barat. Ternyata dari hasil survei yang kelompok saya lakukan desa Sukamenak ini adalah salah satu produsen jagung terbesar di kabupaten Majalengka. Selain itu desa Sukamenak juga memiliki BUMDes yang memberdayakan warganya agar dapat mengolah sendiri jagung dari hasil pertanian mereka sehingga bernilai ekonomi lebih tinggi. Untuk saat ini desa Sukamenak baru bisa membuat satu produk dari hasil olahan jagung tersebut, yaitu tepung jagung. Dan salah satu program kerja dari kelompok KKN saya adalah membuat produk emping jagung, agar produk hasil olahan jagung dari desa Sukamenak menjadi lebih beragam.

Kembali ke desa Cileuya 😀 . Sebelum ke penjabaran ide, kita cari tau dulu tentang desa Cileuya, desa di mana saya dilahirkan dan dibesarkan 😀 . Desa Cileuya adalah desa yang berada di kecamatan Cimahi, Kuningan, Jawa Barat. Untuk saat ini sebagian besar usaha yang dilakukan oleh warga desa Cileuya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yaitu bertani dan berdagang dengan membuka toko kelontong secara merantau di kota-kota besar.

Yang menjadi masalah di sini adalah di sisi para petaninya, karena 90% para petani di desa Cileuya ini hanya memanfaatkan lahannya pada musim penghujan saja, yaitu untuk menanam padi. Sehingga ketika musim kemarau datang para petani di desa Cileuya menganggur. Selain itu sepengetahuan saya desa Cileuya juga belum memiliki BUMDes yang dapat memberdayakan warga agar dapat menghasilkan sebuah produk, sehingga untuk saat ini desa Cileuya belum memiliki produk apapun dari hasil olahan pertanian warganya.

Penjabaran Ide

Untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu masalah lahan pertanian yang tidak digunakan ketika musim kemarau sehingga petani menganggur adalah dengan memberdayakan petani untuk menanam jagung di lahannya tersebut. Karena menurut data dari Badan Litbang Pertanian jagung ini lebih profitable dari pada padi ketika ditanam di musim kemarau.

Untuk menunjang ide tersebut desa harus membangun BUMDes yang nantinya akan membantu pekerjaan petani. Mulai dari menyiapkan bibit jagung yang berkualitas dengan biaya yang murah ataupun tanpa biaya untuk tahap awal, agar para petani mau mencoba menanam jagung dilahannya tersebut. Kemudian BUMDes juga harus membingbing para petani ketika penanaman, pemeliharaan, sampai panen, agar kualitas jagung yang dihasilkan baik.

Selanjutnya hasil panen jagung para petani bisa langsung dijual ke BUMDes untuk diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi lebih tinggi seperti tepung jagung, emping jagung, dan beras jagung. Untuk mengolah jagung menjadi produk yang bernilai ekonomi lebih tinggi tersebut BUMDes dapat memperkerjakan warga desa Cileuya yang memang tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada di desa Cileuya. Untuk pemasarannya BUMDes dapat memasarkan produknya tersebut ke toko-toko yang ada di pasar, ke toko khusus oleh-oleh, ataupun dengan menjualnya secara online.

Dan ini ada video salah satu contoh perusahaan rumah tangga di desa Klampok, kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah yang telah berhasil mengolah jagung menjadi produk yang bernilai ekonomi lebih tinggi.

*Artikel ini dibuat oleh mahasiswa yang kurang kerjaan untuk mengisi waktu luang. Mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *